Tampilkan postingan dengan label Info Musi Rawas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Musi Rawas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2020



APRILIANSYAH, S.Si. lahir di Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, Muara Beliti, 8 April 1994 adalah putera pertama dari pasangan Bapak Nasrudin dan Ibu Sukamtina. Ia merintis usahanya mulai dari konveksi, percetakan dan perlengkapan pramuka sejak tahun 2013.


Riwayat Pendidikan
---
  • SD Negeri 1 Muara Beliti (2006)
  • SMP Negeri Muara Beliti (2009)
  • SMA Negeri 2 Muara Beliti (2012)
  • S1 Ilmu Kelautan UNIB (2018)

Riwayat Jabatan
---
  • Pendiri dan Pimpinan AMR Group (2013 - sekarang)

Riwayat Organisasi
---
  • Ketua OSIS SMP Negeri Muara Beliti (2007-2008)
  • Ketua OSIS SMA Negeri 2 Muara Beliti (2010-2011)
  • Ketua PKS SMA Negeri 2 Muara Beliti (2010-2011)
  • Pemangku Adat Pramuka SMA Negeri 2 Muara Beliti (2010-2011)
  • Sekretaris Umum Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Musi Rawas (2011-2012)
  • Ketua Dewan Ambalan Pramuka UNIB (2012-2013)
  • Sekretaris Umum Ikal Smanda Mabel (2012-2015)
  • Sekretaris Umum Himailka UNIB - Bengkulu (2013-2014)
  • Bupati Himailka UNIB - Bengkulu (2014-2015)
  • Ketua Dewan Penasehat Himailka UNIB (2015-2016)
  • DPLK UKM MGC FP UNIB (2016-2017)
  • Plt. Ketua Umum Forum Mahasiswa Silampari - Bengkulu (2018)
  • Ketua Umum Pemuda Muslim Musi Rawas (2018-2019)
  • Sekretaris Umum Ikatan Alumni Ilmu Kelautan UNIB (2019-sekarang)
  • Penasehat Pemuda Muslim Musi Rawas (2019-sekarang)
  • Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Muara Beliti (2020-sekarang)
  • Ketua Musholla Al Fattaah Kelurahan Pasar Muara Beliti (2020-sekarang)
  • Bendahara Masjid Taqwa Kelurahan Pasar Muara Beliti (2021-sekarang)


Perubahan : 09 Agustus 2021

Kamis, 19 Desember 2019

Bung Karno dan Masjid Raudhatus Sa’adah Musi Rawas

Kecintaan Bung Karno kepada Islam salah satunya diperlihatkan melalui kedekatan dengan masjid. Saat berkunjung ke berbagai negara, Bung Karno sering memberi perhatian pada masjid, atau setidaknya mengunjunginya untuk beribadah. Bahkan ada masjid yang karena peran Bung Karno, bisa berdiri tegak dan indah setelah sebelumnya hanya menjadi gudang yang tak berguna.
Masjid menjadi salah satu tujuan Bung Karno saat berkunjung ke sebuah negara. Bahkan saat mengunjungi dua negara terbesar saat itu, Amerika Serikat dan Uni Soviet, Bung Karno seakan mengajak pemimpinnya untuk memberikan perhatian pada masjid. Bung Karno seakan ingin menunjukkan kepada dua negara beda blok politik itu untuk memperhatikan masjid dan umat Islam pada umumnya. Dengan mendatangi masjid, Bung Karno seakan menunjukkan kepada dua negara itu bahwa ia adalah sosok pemimpin negara Islam yang besar.
Sebagai seorang artsitek dan seniman, Bung Karno juga mengetahui dan paham bagaimana seharusnya rumah ibadah itu berdiri dan dibangun. Dalam masa pemerintahannya, Bung Karno tidak hanya berkontribusi dalam menyetujui pembangunan masjid, namun juga memperhatikan arsitektur, seni dan kekohohan bangunan rumah ibadah itu.
Bung Karno bahkan juga pernah diminta untuk memberikan nama sebuah masjid, hal itu disanggupi oleh presiden Indonesia pertama tersebut. Sebagai seorang yang mempunyai pengetahuan yang luas, Bung Karno tentu tidak memberikan nama yang sembarangan. Nama yang diberikannya pun juga tidak sekadar indah, namun juga mempunyai filosofi yang cocok dengan masjid yang akan dibangunannya.
Masjid Raudhatus Sa’adah yang terletak di kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, adalah salah satu masjid yang punya keterkaitan sejarah dengan Bung Karno.
Informasi tersebut menyebutkan bahwa masjid ini dahulunya dibangun pada tahun 1938 dan selesai dua tahun kemudian 1940. Disebutkan bahwa gambar desain masjid itu dibuat Bung karno saat masa pembuangan di Bengkulu.
“Menurut cerita dari masyarakat setempat arsiteknya adalah Presiden Soekarno ketika diasingkan di Bengkulu. Presiden Soekarno saat itu menghadiahkan gambar masjid ini kepada Pangeran Roes,” demikian informasi yang disampaikan laman tersebut.

Jumat, 20 Juli 2018

MUARA BELITI – Setidaknya 503 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) sudah didaftarkan oleh Partai Politik (Parpol) peserta pemilu 2019 pada Selasa (17/7) terdaftar sebagai Bacaleg di Kabupaten Musi Rawas (Mura).
Ketua KPU Kabupaten Mura, Ach Zaein mengatakan 503 orang Bacaleg Kabupaten Mura merebutkan 40 kursi di parlemen. Adapun rinciannya, PKB, PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PAN, PSI dan Hanura masing-masing mendaftarkan 40 orang Bacaleg. Kemudian, PKS dan Demokrat masing-masing 39 Bacaleg. PPP mendaftarkan 32 Bacaleg, Perindo mengajukan 29 Bacaleg, PBB mendaftarkan 19 Bacaleg, Berkarya 15 Bacaleg dan PKPI 11 Bacaleg, sementara Garuda sampai berakhirnya pendaftaran tidak mendaftarkan Bacaleg. Maka, dipastikan tidak berkontestasi di Pileg 2019, untuk wilayah Kabupaten Mura.
Bahkan, tercatat ada 34 incumbent yang kembali mencalonkan diri, seperti M Jas Karim, Tumiran, Mahmud, Azandri, Yudi Fratama, Mulyadi, Ricardo, Aliudin, Wahisun. Firdaus, Habsorini, Samsul Bahri, Ivan Maruli, Nasib, Desriniyati, Effendi Wandaria, Moch Din’Said, Sri Wahyuni, M Febri Hendrawan, Dwi Andoko, Supandi, Iwan Susanto, Achmad Syahroni. Rudi Hartono, Cahaya Muda, H A Firdaus, Wahyu Sumadi, Eli Marlina, Ngadi, Siswantora, Mansyur Daniel, Alamsyah, Ismun Yahya dan Tepno Suhartoyo.
Menurut Ach Zaein, seluruh berkas yang diterima sudah memenuhi syarat pencalonan seperti yang tertuang dalam peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan, seperti surat pencalonan (model B), Daftar Bakal Calon Setiap Dapil (Model B1), Surat pernyataan Pimpinan Partai Politik telah melakukan seleksi secara demokratis (Model B2), fakta Integritas (B3), lampiran surat pernyataan pimpinan Parpol, berupa AD-ART atau aturan internal partai lainnya.
Namun, walaupun sudah memenuhi syarat tapi bila masih ada syarat lainnya yang tidak dilengkapi seperti, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan surat rekomendasi tidak menjalani masa hukuman yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Lubuklinggau, juga harus dilengkapi. Kalau tidak, bisa digugurkan dari pencalonan.
“Prinsipnya, semua syarat yang sudah tertuang dalam aturan harus dilengkapi, kalau tidak dibatalkan dari pencalonan,” kata Ach Zaein, Kamis (19/7).

Sumber : Linggau Pos

Rabu, 15 Juni 2016


Nama 14 Kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan

  1. Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas.
  2. Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu.
  3. Kecamatan Jayaloka.
  4. Kecamatan Megang Sakti.
  5. Kecamatan Muara Beliti.
  6. Kecamatan Muara Kelingi.
  7. Kecamatan Muara Lakitan.
  8. Kecamatan Purwodadi.
  9. Kecamatan Selangit.
  10. Kecamatan Sukakarya.
  11. Kecamatan Sumber Harta.
  12. Kecamatan Tugumulyo.
  13. Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut.
  14. Kecamatan Tuah Negeri.

Sabtu, 21 Mei 2016


NGARAP
Cipt : Thamri Yohan Nst.

Sambilah menyusun .... sambil menyusun sepuluh jarhai …. 2x
Mengarap kasian …. Ooohh …. Ponga gelea

Reff :

            Aku nak milu serte ….
            Membangun negeri tercinte
            Bumi cindo …. Silampari …. Hak kite hagelea ….

Aku kan bejenji …. Akan ku bangun budayo negeri …. 2x

Makin tambah anggon …. Name nga …. Oooii …. Silampari ….

MP3 (liansyah.a.ns@gmail.com)
 
MURA DARUSSALAM
Cipt: Drs. Hamam Santoso

Panjang nia …. Panjang nia lah sungai musi
Sungai lah musi tempat ku mandi …. 2x
Sungai terpanjang daerah kami …. 2x

            Benyak nia …. Benyak tapan wisata kami
            Sulit dibanding daerah kami …. 2x
            Daerah adat penuh tradisi …. 2x

Jengan ngambek …. Jengan ngambek lah daun jati ….
Betang lengkuas lah betang serhai …. 2x
Daun lah sapat pengibat nasi …. 2x

            Mamang bibik ayo kite jago tradisi ….
            Budayo rawas budayo musi …. 2x
            Adat budayo pusako negeri …. 2x

Reff :

            Jengan nia nga mandi lame….
            Sungai lah musi betanbah dehras
            Ayo kite besame-same …. 2x
            Milu membangun lah musi rawas …. 2x

Buluh ditetak due seragi ….
Gulai tenewan disambal pedas
Kalu dak kite siape lagi …. 2x

Bangun daerah musi rawas

MP3 (Email: liansyah.a.ns@gmail.com)
Contact Person: 0857 689 111 645

Kamis, 07 Januari 2016

Musi Rawas, Dengan Tema "Menumbuh Kembangkan Minat dan Kegemaran Membaca Anak Untuk Menanamkan Cinta dan Budaya Bangsa", Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Kantor Perpustakaan, Arsip & Dokumentasi Kabupaten Musi Rawas resmikan Perpustakaan Terapung yang terletak di Danau Aur Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas. Dengan tag line "rekreasi sambil membaca", Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menumbuh kembangkan minat baca masyarakat Kabupaten Musi Rawas. (Selasa, 5 Januari 2015).
Turut hadir dalam acara tersebut Pj. Bupati Musi Rawas, Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Kepala dan Jajaran Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Musi Rawas, Kepala Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, Pimpinan Bank Sumsel Babel Lubuklinggau, dan Kepala Dinas terkait di Kabupaten Musi Rawas.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Musi Rawas, Supriyanto SP, MM menyatakan bahwa Pendirian Perpustakaan Terapung ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat baca anak anak karena kurangnya sarana yang ada. "Maka dari itu, kami berinisiatif untuk membuat sebuah terobosan yang inovatif dan tidak membosankan". Salah satunya ialah dengan memberikan fasilitas membaca gratis bagi masyarakat musi rawas, khususnya anak anak dengan mendirikan Perpustakaan Terapung ini.
Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan meyatakan Bangga dengan diresmikannya Perpustakaan Terapung di Kabupaten Musi Rawas, Karena ini merupakan yang pertama dan satu satunya di Sumatera Selatan.
Dalam sambutannya, H.Riki Junaidi memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap pendirian Perpustakaan Terapung ini. Dirinya berharap pendirian Perpustakaan Ini dapat menumbuh kembangkan minat baca masyarakat, "disamping berwisata kita dapat membaca buku ataupun sebaliknya", ujarnya.
Memang ironis jika saat ini kita melihat minat baca anak anak sangatlah kurang, "Saat kecil dulu, kebutuhan akan membaca saya sangat besar, bahkan koran2 bekas pun tetap saya baca. Anak anak sekarang lebih senang disibukan dengan HandPhone", ujar Pj. Bupati Musi Rawas ini. Semoga dengan Pendirian Perpustakaan Terapung ini dapat menarik minat baca masyarakat khususnya anak anak di Kabupaten Musi Rawas, harapnya. Karena menggabungkan unsur wisata dengan pendidikan merupakan salah satu upaya menarik dalam menumbuhkan minat baca. Terutama di kalangan anak anak. "Saya  juga mengharapkan agar perpustakaan ini dirawat dengan sebaik baiknya", ujarnya.
Acarapun dilanjutkan dengan pemberian bantuan oleh Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan kepada SMP Muhamadiyah Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas.
- See more at: http://www.musirawaskab.go.id/index2.php?tampil=artikel_detail&id=80#sthash.LjPMuAX0.dpuf

Rabu, 15 April 2015



 Profil

Nama Resmi :Kabupaten Musi Rawas
Ibukota :Lubuk Linggau
Provinsi :Sumatera Selatan
Batas Wilayah:Utara: Provinsi JambiSelatan: Kabupaten LahatBarat: Kota lubuklinggau dan Provinsi BengkuluTimur: Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Luas Wilayah:12.358,65 Km2
Jumlah Penduduk:594.716 Jiwa 
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 21, Kelurahan : 19, Desa : 258
Website:http://www.musi-rawas.go.id

Sejarah

Sejarah Kabupaten Musi Rawas

Awalnya Kabupaten Musi Rawas termasuk dalam wilayah keriesidenan Palembang (1825-1966). Hal ini diawali oleh jatuhnya Kesultanan Palembang dan perlawanan Benteng Jati serta Enam Pasirah dari Pasemah Lebar ke tangan pemerintah Belanda. Sejak Saat itu Belanda mengadakan ekspansi da penyusunan pemerintahan terhadap daerah ulu Palembang yang berhasil dikuasainya. Sistim yang dipakai adalah Dekonsentrasi. Kemudian Keresidenan Palembang dibagi atas wilaya binaan (Afdeling), yaitu:
  1. Afdeling BanguAsin en Kubustreken, ibukotanya Palembang.
  2. Afdeling Palembangsche Beneden Landen, ibukotanya Baturaja.
  3. Afdeling Palembangsche Boven Landen, ibukotanya Lahat.
Afdeling Palembangsche Boven Landen dibagi dalam beberapa Onder Afdeling (Oafd):
  1. Oafd Lematang Ulu, ibukotanya Lahat.
  2. Oafd Tanah Pasemah, ibukotanya Bandar.
  3. Oafd Lematang Ilir, ibukotanya Muara Enim.
  4. Oafd Tebing Tinggi Empat Lawang, ibukotanya Tebing Tinggi.
  5. Oafd Musi Ulu, ibukotanya Muara Beliti.
  6. Oafd Rawas ibukotanya Surulangun Rawas.
Setiap Afdeling dikepalai oleh Asistent Residen yang membawahai Onder Afdeling yang dikepalai Controleur (Kontrolir). Setiap Onder Afdeling juga membawahi Onder Distric dengan Demang sebagai pimpinannya. Musi Rawas berada pada Afdeling Palembangsche Boven Landen.
Pada Tahun 1907, Onder Distric Muara Beliti dan Muara Kelingi diintegrasikan kedalam satu Onder Afdeling yakni Onder Afdeling Musi Ulu. Tahun 1933, jaringan kereta api Palembang Lahat Lubuk Linggau (dibuat antara tahun 1928-1933) dibuka pemerintah Belanda. Hal ini menyebabkan dipindahkan Ibu Kota Oafd Musi Ulu, Muara Beliti ke Lubuk Linggau, yang menjadi cikal bakal ibukota Kabupaten Musi Rawas.
Pada tanggal 17 Februari 1942, kota Lubuk Linggau diduduki Jepang dan Kepala Oafd Musi Ulu Controleur De Mey serta Aspirant Controleur Ten Kate menyerahkan jabatannya kepada Jepang pada tanggal 20 April 1943. Jepang mengadakan perubahan instansi da jabatan ke dalam bahasa Jepang. Perubahan inilah yang menjadi titik tolak Hari Jadi Kabupaten Musi Rawas. Perubahan Nama tersebut antara lain:
Onder Afdeling Musi Ulu diganti dengan Nama Musi Kami Gun dipimpin Gunce (Guntuyo). Sedangkan Oafd Rawas diganti menjadi Rawas Gun.

Arti Logo


Bentuk :Lambang Daerah Kab Musi Rawas berbentuk PERISAI yang merupakan JANTUNG, di mana terdapat 5 (lima) sudut yang mencerminkan bahwa Kab Musi Rawas merupakan bagian dari Wilayah Lima Unsur PRAMUGARI NEGARA yang berasal dari RAKYAT, yakni :
  1. Angkatan Darat
  2. Angkatan Laut
  3. Angkatan Udara
  4. Kepolisian Republik Indonesia
  5. Pemerintahan Sipil
Warna :Lambang Daerah dihiasi oleh tata warna sebanyak lima macam warna yang terdiri dari :
  1. Latar belakang warna merah
  2. Tulisan dan padi warna emas
  3. Lukisan bukit, batang karet dan kapas warna hijau
  4. Kembang kapas dan lukisan garis mendatar berwarna putih
  5. Sungai Musi bertemu dengan Sungai Rawas berwarna biru
Falsafah dan Tata Warna :
  1. Latar belakang berwarna merah, melambangkan bahwa daerah Musi Rawas memiliki pahlawan-pahlawan yang muncul dari daerah ini.
  2. Tulisan huruf cetak yang merupakan nama Daerah Musi Rawas yang berasal dari PENYATUAN dua daerah ex Kawedanan, yakni Kawedanan Musi Ulu dan Kawedanan Rawas. Meskipun keduanya mempunya dua bahasa daerah yang berbeda, yakni Bahasa Musi dan Bahasa Rawas, namun dapat saling mengerti. Warna kuning emas mencerminkan bahwa di kandungan bumi daerah Kab Musi Rawas terdapat emas yang merupakan logam mulia yang tinggi nilainya di samping bahan mineral lainnya. Falsafah dan tulisan dengan warna kuning emas di atas warna biru mengandung arti bahwa Musi Rawas terletak di daerah agraris yang subur.
  3. Lukisan sebuah bukit, ialah Bukit Sulap yang terletak dalam radius Kota Lubuk Linggau yang melambangkan "suatu kemegahan" yang khas di daerah Musi Rawas, karena Bukit Sulap adalah sebuah bukit yang pandai bermain sulap, dilihat dari jauh dia tetap dekat, sedangkan warna hijau berarti subur makmur.
  4. Lukisan garis-garis mendatar sebanyak 6 garis, melambangkan daerah Kab Musi Rawas terdapat 6 macam kebudayaan asli, dengan 6 bahasa berlainan, tetapi sebagian besar mereka saling mengerti, baik bahasa maupun adat dan kebiasaan masing-masing yaitu : Bahasa dan Adat Musi, Bahasa dan Adat Rawas, Bahasa dan Adat Saling, Bahasa dan Adat Rejang, Bahasa dan Adat Jawa, Bahasa dan Adat Campuran atau pendatang. Sedangkan warna putih perak bearti kesucian dan kemurnia sebagai fundamen tempat mendirikan kebenaran yang universal.
  5. Lukisan batang karet melambangkan bahwa dalam sejarah perkembangan tradisional penduduk daerah Musi Rawas standar penghidupannya tergantung dari hasil perkebunan karet rakyat, sedangkan usaha tani lainnya hanya merupakan usaha sekunder. Pangkal batang karet yang berwarna hijau melambangkan kesuburan pohon, sedangkan putih adalah warna getah susu/ latex dengan mangkok dan cangkirnya.
  6. Lukisan sebatang padi yang terdiri dari 20 butir padi melambangkan bahwa di Kab Musi Rawas terdapat 20 struktur pedesaan dengan kegiatan sosial dan ekonominya memberikan karakteristik wilayah-wilayah yakni 18 marga yang merupakan kesatuan wilayah dengan dusun-dusun yang berlainan serta 2 daerah yang bersekutuan adat terdiri dari beberapa kelurahan yang sederajat dengan kekerioan dalam marga dengan sumber penghidupan bertani dan bertanam padi sawah dari padi ladang. Warna kuning emas adalah keaslian warna butir-butir padi yang telah masak dpt dijumpai sepanjang musim.
  7. Lukisan tangkai kapas dan kembangnya, melambangkan kandungan alam sebagai sumber kegiatan ekonomi di Kab Musi Rawas, 5 sumber alam potensial yang sekaligus melambangkan kemakmuran masyarakat dan daerah yaitu :
    - Karet (Perkebunan Rakyat)
    - Emas (Potensial)
    - Batu Bara (Potensial)
    - Minyak Bumi (Potensial)
    - Alumunium (Potensial)
    Warna hijau dan putih daun kapas melambangkan kesuburan daerah ini dan kapas merupakan bahan benang yang asli.
  8. Lukisan sungai yang membentuk setengah lingkaran dan menyatu di bagian bawahnya melambangkan Sungai Musi dan Sungai rawas yang bertemu menjadi sati di daerah Musi Ilir, dekat perbatasan dengan Musi Banyuasin yang terjkenal dengan Muara Rawas. Kesatuan nama Sungai Musi dan Sungai Rawas itulah yang menjadi sumber sejarah daerah ini menjadi Kab Musi Rawas.

    Kedua sungai tersebut mengandung falsafah daerah yaitu walaupun penduduk daerah ini bermacam adat  budaya dan bahasa lokal namun landasan keyakinan hidup berbangsa dan bernegara satu, yaitu Pancasila dengan pengertian tunggal yang resmi dan satu tujuan perjuangan hidup, yang menciptakan dan mewujudkan persatuan dan persekutuan daerah untuk menuju cita-cita adil, makmur dan bahagia, dalam arti jasmani dan rohani. Lambang daerah Musi Rawas telah disahkan melalui Panitia Sayembara Lambang Daerah Musi Rawas tanggal 11 Februari 1969 kemudian disahkan oleh DPRD GR Kab Musi rawas.
Sumber : Kementerian Dalam Negeri RI

Gambar : Masjid Agung Musi Rawas Darussalam